Monday, 24 August 2015

MENITI JEJAK SANG PENANDAI. CINTA, SASTRA, DAN KARYANYA: DARWIS TERE LIYE



Seorang lelaki berumur + 35 tahun datang memasuki panggung acara dengan penampilan celana jeans, sepatu kets, kaos berwarna biru muda, dan topi putih menutupi kepalanya. Sosok pribadi yang sederhana itu rupanya sedang dinanti-nanti oleh ratusan orang yang memenuhi auditorium Rumah sakit Mata Sumatra Selatan demi menyaksikan kedatanganya di kota Palembang ini. Ya, ini kedua kalinya saya bertemu dengan bang Darwis Tere Liye. Seorang penulis yang sudah menerbitkan lebih dari 20 hasil karyanya dan tersebar diseluruh belahan nusantara.
Bang Tere, sebagai sapaan akrabnya, memulai pembicaraan dengan sebuah cerita. Alkisah diceritakan 3 orang sahabat yang sama-sama mengambil jurusan kedokteran di universitas terkemuka di Indonesia. Mereka tinggal di kos yang sama, kelas yang sama, hingga mereka meraih gelar dokter pada waktu yang sama. Setelah 5 tahun lamanya kebersamaan yang mereka jalin, tiba saatnya mereka untuk  mengabdikan diri dan mengamalkan ilmu ke kampung halaman mereka masing-masing. Si gadis A kembali ke kampung halamanya di Sumatra, si gadis B kembali ke salah satu kota di Sulawesi, dan si gadis C yang kembali di salah satu daerah di pulau Jawa. Saat berpisah, mereka bertiga memiliki suatu janji. Kelak beberapa tahun yang akan datang, setelah masing-masing sudah menjalani bahtera rumah tangga, mereka akan bertemu kembali untuk melepas kerinduan. Mereka akan menceritakan siapakah diantara mereka yang merawat pasien paling banyak, dan itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka yang berprofesi sebagai seorang dokter.
Setelah 10 tahun lamanya akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di suatu tempat yang mereka janjikan. Ini adalah saatnya ketiganya menceritakan kuseksesan mereka sebagai seorang dokter. Si gadis A mulai bercerita, bahwa dengan pemahaman ilmunya yang sangat baik, ia dapat mendirikan klinik pribadi di kotanya. Kliniknya tidak pernah sepi dari pasien. Semua warga berbondong-bondong untuk berobat kepadanya, bahkan ia memberikan pengobatan gratis bagi warga yang kurang mampu. Selama kurang lebih 10 tahun ini, hampir 1.500 pasien yang sudah ditanganinya. Jumlah yang tentunya membanggakan baginya. Lalu si gadis B menceritakan pengalaman pribadinya. Berbekal pengalaman organisasi yang ia geluti selama di bangku kuliah, hatinya tergerak untuk menjadi sukarelawan bencana alam yang terjadi pada beberapa tempat di Indonesia. Setiap tahunya, ia disibukan dengan membantu para korban bencana alam di seluruh belahan nusantara. Hingga total pasien yang ia tangani sudah melebihi 1.600 pasien. Suatu prestasi yang luar biasa tentunya. Kedua sahabatnya berdecak kagum atas prestasi yang ia raih. Kemudian si gadis C mulai menceritakan pengalamanya selama 10 tahun ini. Awalnya ia merasa malu karena prestasi yang ia raih tidak sehebat dari kedua sahabatnya. 
Disaat kedua sahabatnya memiliki kesempatan besar untuk mengamalkan ilmunya pada masyarakat, justru diawal kariernya Allah memberikanya berbagai macam ujian. Ibunya sakit keras dan perlu perawatan intens. Lantaran si gadis C merupakan anak satu-satunya yang berkarier di bidang kedokteran, ibunya hanya ingin dirawat oleh anaknya sendiri. Akhirnya ia tidak memiliki kesempatan untuk membuka praktek seperti layaknya dokter yang lain. Ketika si ibu pulih, Allah memberikan ujian dengan penyakit suaminya yang tak kunjung sembuh. Ia harus merawat suaminya seperti ia dulu merawat ibunya. Hingga akhirnya waktunya banyak ia habiskan hanya  untuk merawat ibu dan suaminya hingga beberapa tahun lamanya. Ada rasa kesal dan kecewa kenapa semua ini terjadi pada dirinya. Kedua sahabatnyapun amat sangat menyayangkanya. Namun, rupanya ia belum selesai bercerita. Selama si gadis C menghabiskan waktu untuk merawat ibu dan suaminya, ternyata ia tidak pernah luput untuk menulis hasil pengalaman medisnya yang ia tuangkan kedalam blog. Ia menulis berbagai macam tips dan resep untuk mengobati segala macam penyakit dan bagaimana merawat anak. Ia tak berhenti berkarya dengan segala kondisi keterbatasan yang ia alami saat ini. Ia tulis semua hasil pengalamanya ketika merawat ibu dan suaminya, bahkan pengalaman-pengalamanya selama ia mengasuh anak. Hingga pada akhirnya seorang blog walker meliriknya dan meminta si C untuk membuat buku. Selang beberapa bulan, diterbitkanlah buku si C tersebut dan rupanya bukunya menjadi buku terlaris hingga tercetak lebih dari beberapa ribu eksempelar. Seketika kedua sahabatnya terkejut dan tidak menyangka sebelumnya. Ternyata dialah yang menulis beberapa buku yang sering mereka jadikan referensi selama berkarier. Tidak dipungkiri lagi, justru si C lah yang paling banyak mengobati pasien melalui buku-buku yang ia tulis. Allah maha adil bukan?
Sebenarnya, hakikat dari menulis adalah segala sesuatu yang kita alami maupun kita miliki dituangkan pada sebuah tulisan yang nantinya akan bermanfaat bagi banyak orang. Itulah mengapa setiap cerita memberikan nuansa yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki persepsi masing-masing dan pengalaman yang tidak serupa. Inspirasi menulispun bisa muncul dari mana saja. Bahkan hal yang selama ini banyak terabaikan orangpun, bisa menjadi sumber inspirasi dalam menulis. Prinsipnya hanya satu, lakukanlah yang terbaik, maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya.
Menulis bukan semata berorientasi pada tulisan yang dipublikasikan lalu menjadi buku. Atau menulis hanya sekedar untuk menjadi terkenal. Menulis merupakan proses dimana si penulis memiliki beribu-ribu motivasi terbaik. Maka apabila salah satunya tumbang, ia masih memiliki motivasi yang lain untuk terus menulis. Kenapa harus seperti itu? Karena tidak pernah lahir seorang penulis dalam satu malam, diperlukan proses untuk selalu konsisten dan seberapa produktifkah kita dalam menulis. Tidak masalah nantinya akan menjadi pajangan semata, atau Tuhan berkehendak lain untuk membuat tulisanmu menjadi sebuah buku. Walaupun sejatinya banyak orang yang ingin tulisanya bisa dibaca oleh semua orang. Oleh karena itu, ada beberapa tips untuk penulis awal yang bercita-cita untuk membuat buku, namun masih bingung ingin menulis apa,:
Pertama, belajar untuk konsisten menulis. Berjanjilah untuk menulis 1000 kata perhari secara terus menerus hingga hari ke 180.
Kedua, pilah-pilih hasil tulisanmu yang berjumlah 180 itu dengan mengolompokanya berdasarkan tema yang sama.
Ketiga, tema yang sekiranya paling banyak kita tulis itulah yang nantinya kita olah untuk diajukan pada penerbit.
Keempat, nikmati saja prosesnya. Penulis setenar Tere Liye saja memiliki beribu tulisan yang tidak ia terbitkan, dan akhirnya hanya sekedar menjadi pajangan di laptopnya. Tidak ada kata menyangkan, karena esensi menulis terdapat pada prosesnya, bukan hasilnya.
Apabila pepatah cina mengatakan, waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu, dan waktu terbaik kedua adalah hari ini. Tidak ada kata terlambat untuk berubah lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk menulis. Kita memilih untuk terlambat atau tidak sama sekali? Ballighu anni walau aayah. Sampaikan padaku walau seayat. Tulislah segala sesuatu bermanfaat walaupun satu ayat/ kalimat. Sekian :)

Thursday, 11 June 2015

TEKNIK LUAR BIASA MENDIDIK ANAK UNTUK INDONESIA HEBAT


TEKNIK LUAR BIASA DAN ANDA HARUS MENCOBA!

     Semalam saya baru saja dibuat haru oleh anak-anak komplek dimana saya tinggal. Ceritanya begini, setiap  Senin-Jumat saya dan suami selalu berangkat kerja dari jam 6 pagi sampai jam 6 petang kami baru tiba di rumah. Padatnya waktu di luar rumah membuat kami hanya sempat membersihkan pekarangan rumah setiap Sabtu/Minggu. Tapi, karena rumah kami belum berpagar akhirnya anak-anak seringkali bermain di pekarangan dan SELALU saja meninggalkan SAMPAH.
 Saya pernah menegur pada beberapa anak yang kebetulan sering belajar di rumah saya,

 “Nak kalo maen di halaman kami jangan buang sampah sembarangan ya, kasih tau sama teman-teman yang lain”ujarku sambil tersenyum mengingatkan.

“Iya us, nanti saya sampaikan ke teman-teman, tapi biasanya yang sering mengotori itu si ini si itu us..” dan kesimpulanya adalah tidak ada anak yang berani mengakui perbuatanya.

       Saya mengiyakan saja, dan berharap besok sudah tidak ada lagi sampah yang bertebaran di sekitar halaman rumah kami. Keesokanya saya cek lagi halaman rumah, masih TETAP dengan sampah-sampah mentereng asik di pekarangan rumah. Saya mulai naik pitam
Usai Shalat Maghrib, saya menyiapkan kertas, spidol warna-warni, kotak susu bekas, dan kertas kado untuk merencanakan aksi terbaru saya agar mereka jera. Saya buat tulisan besar-besar yang bertuliskan “DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!” dengan tanda seru tak terhingga sebagai ancaman terakhir bagi mereka. Namun, saya mulai berfikir hal itu justru membuat anak-anak tidak akan pernah singgah di halaman kami lagi. Bukankah saya hanya ingin mengajarkan mereka akan kesadaran diri dan tanggung jawab?
       
        Lalu akhirnya tulisan tersebut saya ganti dengan tulisan,
 “SELAMAT BERMAIN ANAK-ANAK. JAGA KEBERSIHAN TEMPAT KALIAN BERMAIN YA..BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA. KALAU TEMPAT BERMAIN KALIAN KOTOR, MAKA RUMPUT-RUMPUT AKAN MENANGIS ”.

    Saya bagi tulisan tersebut dalam 4 potongan kertas besar. Setelah itu saya buat kado dari kotak susu bekas yang saya isi dengan beberapa permen saya yang saya belih di warung sebelah. Kado tersebut saya tuliskan,
 “AMBIL HADIAH DI DALAM KOTAK JIKA KALIAN MENJAGA KEBERSIHAN”. 

     Keesokan harinya saya letakan kertas dan kado tersebut di sudut halaman rumah. Suami saya hanya cengar-cengir melihat tingkah konyol saya dan menduga pasti tidak ada perubahan apa-apa dari masalah ini.
       
        Ketika pulang sore hari, saya dibuat tercengang dengan keadaan rumah yang sangat berbeda dari sebelumnya. Saya melihat halaman rumah benar-benar bersih, bahkan rumput-rumput liar disekitarnya sudah ada yang membersihkan! Tentunya sudah tidak ada lagi satupun sampah yang mejeng disana. Saya menduga pasti ini perbuatan anak-anak. dan ternyata benar. Di depan rumah saya sudah terpampang kertas yang bertuliskan,
“USTADZAH KAMI SUDAH MEMBERSIHKAN TEMPAT USTADZAH. KAMI MENYAPU TERAS DAN MEMBERSIHKAN RUMPUT. DARI SISKA, SELA, WAWA, AIRA, DLL”

         Seketika saya speechless karena merasa terharu dengan perubahan baik dari anak-anak tersebut. Saya buka kotak kado yang saya isikan permen tadi, ternyata sisanya tinggal 5 biji. ALHAMDULILLAH. Dari kejauhan mereka melihat kami dari kejauhan. Saya panggil mereka dan saya peluk mereka satu persatu.

         Pesan Moral:
Merubah perilaku anak sama halnya dengan menemukan mutiara di dalam karang. Mereka memerlukan respon positif dari seorang pendidik, bagi pendidik di lingkungan terkecilnya (keluarga) maupun lingkungan yang lebih besar seperti sekolah dll. Mengarahkan mereka tidak perlu dengan meluapkan emosi negatif dan terus-menerus menyeru dengan perkataan “JANGAN” tanpa adanya pemahaman mendalam mengapa hal tersebut tidak perlu dilakukan. Anak tak lain berbeda dengan manusia pada umumnya yang memiliki HATI untuk menelaah keinginan kita. Sampaikan dengan kalimat positif dan reinforcement yang menyenangkan seperti memberi reward kepada mereka. Saya rasa anak-anak Indonesia akan berkembang lebih baik jika kita mendidik mereka dengan kasih sayang. Semoga bermanfaat J

Tuesday, 30 September 2014

DEFINISI TRAVELER BERDASARKAN KATEGORINYA

Akhir-akhir ini udah banyak banget buku-buku yang mengupas lengkap tentang perjalanan seorang traveler yang beredar di pasaran. Saya baru pertama kalinya baca buku traveling di tahun 2007. Saat itu bukunya mba Trinity, The Naked Traveler belum se Best Seller sekarang. Perjalanan hebohnya mbak Trinity itulah yang menginspirasi saya buat ngebolang. 

https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiCp6bE4t_hAhUIq48KHaefAZYQjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fwww.nomadicmatt.com%2Ftravel-blogs%2F14-ways-to-be-prepared-for-anything-while-traveling%2F&psig=AOvVaw1EeJniZPTMEIx7vD2DiV0Q&ust=1555887437422313


Ngebolang disini boleh didefinisikan sebagai nge bocah petualang ataupun nge bocah ilang ( maklum, karena frekuensi nyasar  selalu sebanding lurus dengan frekuensi jalan2   -_-). Baru di tahun 2010an buku traveling sudah mulai ngehits di kalangan anak-anak muda. Ada yang mengupas tentang tips jalan-jalan dengan bajet minim, tips traveling ala hijabers, sampai novel dan kisah-kisah perjalanan para traveler yang mereka alami selama di perjalanan. 

Dari beberapa buku traveling yang sudah saya baca, kok saya belum nemuin ya definisi traveler berdasarkan katagorinya. Bukanya Everyone travel for a reason kan. Setiap orang memiliki alasan masing-masing ketika mereka memutuskan untuk menjadi seorang traveler. 

Gak semua traveler itu bermula dari hobi loh. Orang yang awalnya gak suka jalan-jalan, karena tuntutan pekerjaan buat kemana-mana bisa jadi dia jadi demen buat jalan-jalan. Dari alasan yang berbeda-beda itulah seorang traveler bisa dikatagorikan sebagai tipikal traveler yang seperti apa. Tujuanya agar orang-orang bisa lebih mudah mengenal traveler macam apakah dia #senyumsinis.
         Contohnya, saya ini punya buanyak temen-temen yang pernah traveling kemana-mana atau traveling ke lokasi yang gak semua orang pernah kesana, makanya gue sebut mereka traveler. Kita suka banget yang namanya berbagi cerita dan pengalaman yang kita alami selama melalang buana kemana-mana. Dari beberapa pengalaman mereka yang saya tangkap, saya mencoba untuk membuat definisi traveler berdasarkan katagorinya ala suka-suka Tsurayya Syarif Zain, wkwkwkwkk.  Katagori Traveler menurut Zain (2014)  adalah sebagai berikut:

1.      1. Social Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan tujuan untuk menghadiri kegiatan-kegiatan social. Traveler seperti ini umumnya memiliki jiwa kepedulian yang sangat tinggi sehingga rela berkorban menyempatkan waktu untuk moment-moment bahagia orang yang dia kasihi. Contoh kegiatan social tersebut adalah KONDANGAN. 
    
     Seorang social traveler juga memiliki derajat lebih tinggi di mata Allah karena selalu menjalin tali silaturahmi kepada saudara-sudaranya. Selain itu, Allah akan melipat gandakan rejekinya bagi mereka yang bersilaturahmi. 

2.      2. Economical Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan bajet anak kuliahan. Secara, seorang traveler semacam ini belum memiliki pekerjaan yang tetap dan masih memperoleh penghasilan dari Perusahaan Orang tua (jajan bulanan :p). 

      3. Shopa Traveler, merupakan seorang yang ingin mendapatkan sensasinya shopping mania sambil jalan-jalan. Traveler seperti ini memiliki selera yang tinggi dalam berbelanja. Selera tinggi yang dimaksud disini adalah selera yang menghipnotis dia sampai tak sadarkan diri buat belanja berkarung-karung -_-. Seorang shopa traveler tidak hanya menghabiskan waktu untuk shopping saja. Ada statement yang mengatakan, study hard, work hard, travel hard. Shopping hard (=D). 


4.     4. Move On Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan tujuan agar bisa move on dari sang mantan. Lelah dinobatkan sebagai penyandang GALON (Gagal Move On), seorang mahasiswa lulusan Universitas di Semarang memutuskan untuk menjadi seorang pendaki gunung, pengelana, dan pengajar anak-anak pedalaman di  pelosok negeri ini. Riesty Rahayu, adalah wanita inspiratif. memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terhadap nasib anak-anak bangsa. Halaah opo to iki wkwkwk. 

    Temen saya yang satu ini mengaku memulai dunia traveling berawal dari nekat. Seperti kutu loncat, tiba-tiba aja di Lombok, tiba-tiba udah di Semeru, tiba-tiba ngajar anak pedalaman di Kalimantan, tiba-tiba juga gak bisa datang ke nikahan saya. Sungguh Terlalu! Tapi ini bisa memotivasi bagi para galoners yang lain loh. Dari pada galau susah move on, jalan-jalanlah, berkelanalah! Awseeeemmmmm…


5.        5. Nekad Traveler (awas jangan kebalik jadi Naked Traveler hehe), merupakan seorang yang jalan-jalan karena nekat untuk berhijrah dan mencapai visi misi yang ditentukan. Traveler seperti ini biasanya memaknai filosofi tujuan hidup yang sangat mendalam. Tak heran jika seorang mahasiswa Universitas di Surabaya nekad untuk berhijrah ke Jakarta karena suatu hal. 

    Suatu hari dia banyak menyelami buku-buku motivasi dan bisnis, lalu menyimpulkan di seluruh bacaanya bahwa seorang yang ingin mencapai kesuksesan, maka dia harus berhijrah. Maka nekatlah dia untuk berhijrah ke Jakarta. Berbekal modal ilmu, dia mencoba menyelami berbagai pekerjaan di Jakarta, mulai dari cleaning servise, bisnis Tempe Burger, hingga menjadi distributor Cireng dan berhasil mendistribusikan cirengnya ke berbagai kota di Indonesia.  

     6. Romantic Traveler, merupakan seorang yang mendapatkan kisah romantisnya ketika jalan-jalan. Contohnya adalah sahabat cantik saya Caesar KD yang bertemu dengan belahan hatinya di negeri Caia-caia. Waaaa… so sweet bangeeett. Serasa nontoh film Mahabarata (oposeeh). Tapi asli seneng banget waktu liat foto-fotonya Caesar waktu di India. Mana dianya juga udah mirip orang India pula hehee…semoga langgeng ya sayaang sama mas Arjuna. Baby sama Adit gak usah sirik ya :p


7.     7. Academic Traveler, merupakan seorang yang memiliki achievement yang tinggi di dunia akademik sehingga menjadikan mereka suka berkelana untuk mencapai visi think globally, act localy. 

     Mereka adalah dua bersaudara, Mbak Farah Ichtiarini Aulia dan Mustika Amalia Wardati. Jarang-jarang ya ada kaka beradik kok kompak banget. Sama-sama bisa exchange dalam waktu bersamaan. Mbak irini sebulan project di China, Tika sebulan project di Taiwan. Setelah itu Tika juga diberi kesempatan buat mempresentasikan skripsinya di Manila, Filipina. Deuh, salut sama semangatnya dua kakak beradik ini. Semoga menginspirasi ya gaes…

8.    8. Genetic Traveler, merupakan seorang yang hobi traveling karena berdasarkan ketururan, turun-temurun dari orang tuanya. Contohnya saya, hahaha. Gara-gara dari kecil diceritain kisah-kisah traveling gilanya abah ngbolang sebulan di Breda, Manchester, Damaskus, Lakemba, dll (padahal bahasa Inggrisnya ancur-ancuran),  jiwa tersebut seketika mengalir di nadi saya. Sayangnya traveling saya belum segila abah saya. Someday, boleh deh nulis autobiografinya  babe J
  
    Well, berikut definisi traveler berdasarkan katagorinya versi Tsurayya Syarif Zain. Berharap orang-orang yang saya cantumin di tulisan ini sih bisa berkolaborasi buat bikin buku gitu, biar bisa menginspirasi orang banyak. Syukur-syukur banyak yang pengen bergabung buat menyalurkan kisah perjalanan inspirasinya Kayaknya seru deh ya, biar hidup lebih berwarna. Lukislah kehidupanmu dengan segudang pengalaman. So, saat ini saya sedang menunggu respon dari temen-temen semua. Salam Traveler Muda J


Tuesday, 10 June 2014

PROPOSAL OF LIFE

     




Beberapa hari yang lalu, sepertinya Tuhan berencana menegurku melalui pengalaman baru. Pengalaman dimana aku dipertemukan dengan insan-insan hebat yang memaknai hidup dengan cara yang berbeda. Aku sadari, menjadi seorang The New You menjadikan hati kian berdamai dengan masa lalu, mengevaluasi diri, dan merencanakan hidup dengan prinsip yang sejati. 

Selama beberapa tahun, dimana aku berkelut pada eksplorasi diri, sebenarnya aku menemukan titik keambiguan. Titik ambigu yang semu, disaat aku belum betul-betul memahami makna tujuan hidup. Karena keambiguan itulah yang menjadikan visi misi hidup kian berkelok. Niat A seakan menjadi B, niat B seakan menjadi C. Dan dari situlah, aku mulai mempertanyakan makna aktualisasi diri. 

Hirarki kebutuhan sosial yang aku pahami selama ini, menjadikan aktualisasi diri kian menyempit. Untuk apa kita mengejar harga diri jika hanya ingin mencapai titik aktualisasi diri bukan dihadapan Tuhan. 

Bukankah sekecil apapun titik itu, sudah pasti akan kembali kepada sang pencipta. Aktualisasi diri dimaknai bukan semata atas dasar ingin diakui dihadapan manusia, melainkan sebagai wujud persembahan diri kepada Tuhan yang selalu menyebar kasih sayang kepada hambanya.

Tuhan, alangkah sempitnya pemikiran ini. Dan aku mulai sadar, hati akan kian terpuruk bila aku belum benar-benar mengenali dan memahami diri secara utuh. Maka firman Tuhan tak pernah berdusta, barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhanya. 

Keberadaan Tuhan sebagai rahmat bagi seluruh umat apabila manusia menunjukan sisi kemanusiaanya, yang terus mengingatkan kita pada dzat yang lebih tinggi diatas segala-galanya. Yang menyadarkan kita, bahwa tidak ada yang paling tinggi kecuali Allah SWT.

Pengakuan diri ini, mengantarkanku pada proses menghubungkan diri sebagai hamba dengan sang pencipta. Memperbarui visi misi, dan menjadikan diri sebagai manusia yang paling tinggi disisinya, menjadi manusia yang bermanfaat bagi seluruh umat. Muhasabah diri inilah  yang menjadikanku untuk mulai berencana, berencana untuk bertindak sebagaimana mestinya dimana kita telah memiliki visi misi yang jelas sebagai tujuan hidup.

Maka di umur 24 tahun ini, dimana Tuhan mempertemukanku dengan persembahanan terbaiknya untuk mendampingi proses hidupku, ijinkan diri ini berkomitmen dari diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan mencintai sebagai proses mengenali Tuhanku lebih dekat. 

Kusampaikan proposal of Life ini, berdasarkan inspirasi The New You, yang menjadikanku menjadi seorang pemenang. Pemenang yang mengenal dirinya sendiri dengan tuntas dan dapat mengukur batas kemampuan dirinya, untuk mengembangkan potensi-potensi yang aku miliki.
     Bismillahirahmanirrahim, dengan rahmatmu ya Rabbi, jadikanlah hamba menjadi insan yang dapat mencintaimu seutuhnya, dengan cara mencintai lingkungan terdekatku saat ini. Untuk lebih mencintai pendamping hidupku kelak, ijinkan hamba mendampinginya sepenuh hati, hingga dapat menjadikanya menjadi pemimpin yang hebat bagi keluarganya maupun bangsanya. 

Untuk lebih mencintai orang tua dari pendamping hidupku nanti, ijinkan hamba untuk mencintai mereka selayakanya hamba mencintai orang tuaku sendiri, ijinkan hamba menemani beliau untuk ikut berkarya, mendidik anak-anak yang kelak menjadi agen perubahan bagi bangsanya. Untuk lebih mencintai kakak kebanggaanku berserta keluarganya, ijinkan hamba untuk dapat bersinergi dengan pendamping hidupnya. Ijinkan kami turut dapat berkontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa, melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ingin kami dirikan. 

Untuk lebih mencintai kedua orang tua, yang selama ini ikhlas berkorban, ikhlas berjuang, ikhlas membina kami hingga menjadi pribadi yang lebih baik, sungguh ketulusanya tidak bisa ditukar dengan apapun. Tuhan, terus meneruslah kau tebarkan kebahagiaan bagi orang tuaku, terus meneruslah kau tebarkan kasih sayang untuk mereka yang telah bertahun-tahun mendidiku tanpa imbalan apapun. Ijinkan hamba untuk terus membahagiakan mereka, membanggakan mereka, dan mengantarkan mereka pada tempat persinggahanya yang paling tinggi. 

Tuhan, aku mohon engkau terus mengingatkanku, bila aku mulai terlalu mengurusi urusan duniawiku, sehingga aku mulai melalaikan keduanya. Tuhan, tegur aku sesuai ridhamu, bila aku mulai malalikan diri sebagai insan yang harus terus berbakti kepada orang tuaku.

Demikian proposal of Life yang sudah kutulis, semoga hamba selalu memegang teguh komitmen yang telah kupegang teguh. Harapan ridha dan kasih sayangmu semoga terus mengalir dalam kehidupan ini. Amin.

Thursday, 15 May 2014

DAMN, I LOVE INDONESIA

"So lying underneath the stormy skies. She said ooooI know the sun's set to rise. This could be para-para-paradise"- Coldplay

Jika menikmati lirik lagu Paradise Couldplay, rasanya ingin menjangkau seluruh belahan dunia dan seisinya dengan berbagai keajaiban dan teka-teki. Memang benar, traveling bukan hanya sebagai tujuan, melainkan cara untuk menemukan hal yang baru. Nikmatilah setiap perjalanan hidupmu, satukan alam dengan jiwamu, ciptakanlah energi dari kekuatanya.  Yes, find your own path when you come upon it, because you will suddenly have all the energy and imagination you will ever end.

right now, please allow me to show the world paradise  that I already visit it :)








Untuk kelanjutan setiap perjalanan dari foto saya, akan dikupas tuntas dalam postingan selanjutnya. See ya, keburu tutup lab asrama wkwkwk